Kehidupan kadang menuntun seseorang melalui jalan yang tidak selalu lurus. Setiap tantangan yang dihadapi sejak muda membentuk karakter, dan setiap pengalaman yang ditempa dengan tekun membuka pintu kesempatan yang lebih besar. I Made Ricky Darmika Putra adalah sosok yang menapaki perjalanan itu dengan penuh kesadaran dan kerja keras. Dari masa kecil yang sederhana hingga posisi puncak di industri perhotelan internasional, ia membuktikan bahwa ketekunan yang dipadukan dengan visi yang jelas mampu mengubah hidup dan memberi dampak bagi banyak orang.
I Made Ricky Darmika Putra lahir di Singaraja pada tahun 1965 dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pekerja serabutan, sementara orang tuanya yang lain berjualan untuk menopang kebutuhan keluarga. Sejak kecil ia belajar menghargai usaha orang lain dan menempatkan diri dengan penuh hormat di setiap lingkungan. Nilai tersebut ia bawa terus hingga dewasa, menjadi prinsip yang menuntunnya menghadapi dunia kerja yang luas.
Pendidikan dimulai dari Sekolah Dasar di salah satu SD Negeri di Bali. Usia yang masih belia tidak menghalangi Ricky untuk tinggal sendiri di kos sejak kelas satu, membiasakan diri dengan disiplin dan tanggung jawab sejak awal. Setelah menamatkan SD, ia melanjutkan sekolah di SMP Negeri, lalu SMA. Semasa sekolah menengah, cita-citanya mulai terbentuk. Terinspirasi oleh pamannya yang sukses sebagai arsitek, ia bercita-cita menjadi seorang insinyur. Namun pengalaman hidup kemudian membawanya menapaki jalur yang berbeda, yang seiring waktu membentuk keahliannya di dunia perhotelan.
Setelah lulus SMA, Ricky mendaftar di BPLP Nusa Dua untuk mengambil jurusan tata hidangan dan F&B service D2. Untuk menghemat biaya, ia tinggal bersama tiga orang teman sekamar kos dan mengisi waktu luang hari Minggu dengan pekerjaan harian guna mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri. Dedikasinya untuk belajar dan bekerja keras terlihat sejak saat itu. Keuletan ini membawanya menjalani pelatihan di Hotel Hilton Jakarta pada tahun 1985 selama enam bulan, di mana ia menekuni bagian bar dan restoran.
Tahun berikutnya, Ricky mengambil keputusan berani dengan bergabung bekerja di kapal pesiar. Selama tujuh tahun, ia menapaki dunia internasional dengan disiplin dan tekad belajar sebanyak mungkin. Dua bulan pertama ia sempat merasakan rindu rumah, namun ia fokus mengumpulkan modal dan pengalaman, menekuni setiap peluang yang ada tanpa berniat berkarir jangka panjang di kapal. Pengalaman tersebut memberinya wawasan luas mengenai layanan kelas atas dan manajemen operasional internasional.
Pada tahun 1993, Ricky mengakhiri perjalanan di kapal pesiar dan melanjutkan karier di Four Seasons Jimbaran. Ia mulai dari posisi captain, naik menjadi senior captain, lalu manager pada akhir 1990-an. Prestasinya menembus batas lokal ketika ia dikirim ke luar negeri selama delapan tahun. Di Hawaii ia menjabat sebagai restoran manager selama lebih dari dua tahun, menjadi satu-satunya orang Indonesia yang tergabung dalam tim manajemen Four Seasons di dunia. Total kariernya di Four Seasons berlangsung selama dua puluh tahun, membentuk Ricky menjadi profesional yang matang, berpengalaman, dan siap memimpin.
Setelah meninggalkan Four Seasons, Ricky pindah ke Six Senses Hotel. Ia mendapatkan jaminan dari mantan perusahaan, Four Seasons, bahwa jika ia tidak berhasil dalam satu tahun, pintu untuk kembali selalu terbuka. Tantangan baru diterimanya dengan percaya diri. Ia menorehkan prestasi lain dengan menjadi orang Indonesia pertama yang dipercaya menjabat General Manager di brand hotel internasional mewah. Kariernya kemudian berkembang lebih luas ketika ia terpilih menjadi Chairman BHA selama lima tahun, kembali sebagai orang lokal pertama yang memimpin posisi tersebut.
Keahlian Ricky tidak hanya terbatas pada manajemen hotel. Saat erupsi Gunung Agung pada 2017, ia dipercaya kementerian pariwisata untuk menjadi ketua tim mitigasi bencana, membawahi 40 kepala dinas. Peran ini menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang mampu menangani krisis dan memberikan arahan strategis untuk keselamatan masyarakat dan sektor pariwisata Bali.
Pindah ke Sudamala Resorts pada tahun 2022 pada tahun 2022 membuka babak baru dalam perjalanan profesional ia yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia perhotelan kelas atas. Sudamala Resorts sendiri bukan sekadar sebuah properti penginapan biasa. Grup perhotelan ini dikenal sebagai jaringan hospitality yang menggabungkan kemewahan dengan penghormatan terhadap budaya lokal, kesejahteraan komunitas, dan pelestarian lingkungan. Filosofi ini tercermin dalam pengalaman tamu yang ditawarkan di setiap properti Sudamala Resorts, mulai dari pengalaman menyatu dengan budaya setempat hingga berbagai aktivitas wellness yang dirancang untuk menyelaraskan tubuh dan jiwa. Lebih jauh lagi, Sudamala Resorts menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui inisiatif nyata yang melibatkan komunitas dan lingkungan sekitar. Program Sobat Hijau menjadi salah satu contoh yang memadukan praktik ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, seperti kegiatan pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi energi terbarukan bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani.
Di bawah kepemimpinan ia, Sudamala Resorts tidak hanya menjadi destinasi penginapan yang mendapatkan pengakuan di tingkat regional. Pada Januari 2026 properti tersebut dianugerahi penghargaan dari ASEANTA sebagai hotel terbaik berdasarkan aktivitas keberlanjutan di kawasan ASEAN. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan yang ia pimpin bukan hanya tentang operasi hospitality yang efisien, tetapi juga tentang bagaimana sebuah brand lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan dan bersaing dengan jejak global tanpa kehilangan akar identitas budaya yang kuat. Keberhasilan ini menjadi landasan bagi visi ia untuk memperkenalkan era baru Sudamala Resorts 2.0, sebuah fase transformasi yang memperluas jangkauan layanan dan pengalaman tamu serta memperkaya lingkungan bisnis dan sosial di sekitarnya.
Keberhasilan Ricky Darmika Putra tidak hanya tercermin dari posisi atau penghargaan yang diraih. Ia menunjukkan bagaimana ketekunan, kerja keras, dan keinginan untuk belajar tanpa henti mampu membawa seseorang dari latar belakang sederhana ke kancah internasional. Nilai menghargai lingkungan terkecil hingga ruang kerja yang luas yang ditanamkan sejak masa kecil membentuk filosofi manajemen yang humanis dan efektif. Setiap langkah kariernya diwarnai prinsip belajar dari pengalaman, menekuni setiap kesempatan, dan membangun jaringan yang luas. Kini, Ricky tidak hanya dikenal sebagai eksekutif perhotelan berpengalaman, tetapi juga sebagai pemimpin yang memahami nilai sosial dan lingkungan. Dedikasinya untuk pengembangan pariwisata Bali, kemampuan mengelola tim multinasional, dan kepekaannya terhadap keberlanjutan membuatnya menjadi sosok panutan dalam industri perhotelan. Dari kos sederhana di Bali hingga posisi COO di Sudamala Resorts, perjalanan hidupnya adalah kisah inspiratif tentang visi, ketekunan, dan keberanian membaca peluang sebelum dunia menyadarinya.