Setiap usaha besar selalu berakar pada keberanian untuk bertahan dan kesediaan menjalani proses panjang tanpa kepastian. Dari tanah Ubud yang subur dan sederhana, tumbuh sosok yang sejak awal akrab dengan kerja keras serta tuntutan hidup yang nyata. Made Bukti Yasa tidak dibesarkan oleh kemewahan, melainkan oleh rutinitas yang mengajarkan arti tanggung jawab dan ketekunan. Tahun 1952 menjadi awal perjalanan hidupnya, saat ia hadir sebagai anak kedua dari empat bersaudara dalam keluarga yang menggantungkan hidup pada hasil bumi dan aktivitas berdagang. Lingkungan tersebut membentuk karakter yang terbiasa bergerak, beradaptasi, dan tidak mudah menyerah.
Masa kecil Made Bukti Yasa dihabiskan di Ubud dengan keseharian yang dekat dengan sawah. Sejak usia dini ia sering ikut orang tuanya bekerja sebagai petani. Pengalaman itu menanamkan pemahaman bahwa hasil tidak datang dengan cepat dan setiap pencapaian menuntut usaha yang konsisten. Pendidikan dasar ia jalani di salah satu SD Negeri di Ubud, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Ubud. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan hidup juga semakin terasa. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama, ia memilih melanjutkan ke SMA ABRI di Denpasar dengan sistem sekolah malam.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Pada pagi hingga sore hari ia bekerja sebagai housekeeping di sebuah hotel. Pilihan sekolah malam memberinya kesempatan untuk tetap menuntut ilmu sekaligus mencukupi kebutuhan hidup sehari hari. Masa ini menjadi periode pembentukan mental yang kuat. Ia belajar mengatur waktu, menjaga disiplin, dan memahami arti tanggung jawab secara langsung. Kehidupan tidak memberinya ruang untuk menunda, setiap hari harus dijalani dengan kesadaran penuh.
Tahun 1972 menjadi tonggak penting dalam kehidupan pribadinya ketika ia memutuskan untuk menikah. Setelah membangun keluarga, ia memilih berjualan pakaian di pasar sebagai langkah awal berwirausaha. Usaha tersebut dijalani dengan kesabaran dan ketekunan. Hari demi hari ia menggelar dagangan, membangun relasi dengan pelanggan, dan memahami ritme perdagangan. Perlahan namun pasti, perekonomian keluarga mulai menunjukkan peningkatan. Dari usaha pakaian itu pula ia berhasil membeli sebuah mobil, sebuah pencapaian besar yang menjadi simbol hasil kerja kerasnya.
Ketika usaha pakaian sudah dirasa cukup stabil, Made Bukti Yasa tidak berhenti di satu titik. Ia melihat peluang lain yang lebih luas dan memutuskan berekspansi ke bidang akomodasi. Mobil yang telah ia miliki dijual untuk membeli sebidang tanah di kawasan Kuta. Di atas lahan tersebut, ia mendirikan sebuah penginapan yang kemudian diberi nama Pasir Putih. Nama tersebut terinspirasi dari karakter Pantai Kuta yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya. Penginapan itu menjadi pengalaman pertamanya mengelola usaha di sektor pariwisata.
Setelah penginapan mulai beroperasi, ia kembali berjualan di pasar. Langkah ini menunjukkan pola pikirnya yang fleksibel dan tidak terikat pada satu peran saja. Ia selalu siap berpindah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan serta peluang yang ada. Ketika industri garmen mulai berkembang pesat, ia kembali membaca arah pasar. Ia menjual penginapan yang dimilikinya untuk modal mendirikan usaha garmen bernama Multi Safari Group. Keputusan tersebut terbukti tepat. Usaha garmen berkembang dengan cepat dan menembus pasar ekspor ke Italia serta beberapa negara Eropa lainnya.
Selama sekitar sepuluh tahun, ia menekuni bisnis garmen dengan serius. Aktivitas bepergian ke luar negeri untuk mengikuti pameran menjadi bagian dari rutinitasnya. Dari sana ia belajar standar internasional, kualitas produksi, dan pentingnya jaringan global. Pengalaman ini memperluas wawasannya dalam mengelola bisnis skala besar dan membangun sistem yang berkelanjutan.
Tahun 1990 menandai lahirnya babak baru dalam perjalanan usahanya dengan berdirinya Multi Daya Electric. Usaha ini bermula dari sebuah toko lampu kecil di kawasan Denpasar Barat. Fokus awalnya adalah menyediakan lampu hias dengan variasi desain yang belum banyak ditemui saat itu. Dalam konteks lokal, ia menjadi salah satu pelopor pengusaha lampu hias. Dengan kepekaan terhadap kebutuhan pasar dan konsistensi dalam kualitas, toko kecil tersebut perlahan berkembang menjadi pusat perlengkapan lampu hias dan penerangan.
Pertumbuhan Multi Daya Electric berlangsung seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan. Produk yang ditawarkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk bisnis dan proyek berskala lebih besar. Tahun 1995, ia membuka cabang kedua di Jakarta. Langkah ini menjadi titik akselerasi yang signifikan. Ia memahami bahwa Jakarta adalah gerbang menuju pasar nasional yang lebih luas. Dari sinilah aktivitas impor produk mulai dilakukan, memperkaya pilihan dan memperkuat posisi usaha.
Keberhasilan di Jakarta mendorongnya membuka cabang berikutnya di Balikpapan dan Makassar beberapa tahun kemudian. Jaringan Multi Daya Elektrik pun semakin luas. Selain mengimpor, ia juga mengembangkan produk lampu hasil produksi sendiri. Kerja sama dengan para pengerajin di Yogyakarta menghasilkan lampu dengan karakter khas yang kemudian dipasarkan melalui cabang Bali. Pendekatan ini mencerminkan perhatiannya terhadap pemberdayaan lokal dan kualitas karya tangan.
Memasuki tahun 2013, Made Bukti Yasa kembali menoleh ke sektor akomodasi. Ia mendirikan Ubud Raya Resort di kawasan Ubud dengan komitmen jangka panjang melalui kontrak lahan selama tiga puluh tahun. Proses pembangunan berlangsung selama dua tahun hingga akhirnya pada 2015 resort tersebut resmi beroperasi. Dengan sekitar lima puluh kamar, Ubud Raya Resort hadir sebagai perpaduan pengalaman, ketenangan, dan visi jangka panjang.
Perjalanan Made Bukti Yasa adalah rangkaian keberanian mengambil keputusan, kesiapan menghadapi risiko, dan ketekunan menjaga kualitas. Dari pasar, pabrik, toko kecil, hingga jaringan usaha lintas kota, setiap langkah dibangun dengan kesadaran penuh. Multi Daya Elektrik bukan sekadar usaha penerangan, melainkan simbol cahaya yang lahir dari perjalanan panjang, pengalaman hidup, dan keyakinan bahwa kerja keras selalu menemukan jalannya.