Sejak kecil, Ni Wayan Sri Ariyani sudah belajar tentang arti kerja keras dan tanggung jawab. Ia lahir di Bangli tahun 1967 dalam keluarga yang sederhana namun sarat nilai pengabdian. Ayahnya seorang guru yang juga menjadi pegawai negeri sipil sekaligus peternak, sementara ibunya berjualan untuk menambah penghasilan keluarga. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia tidak pernah dilatih untuk menjadi manja. Aktivitas sehari-hari, seperti membantu orang tua dan belajar mandiri, membentuk karakter yang tangguh dan kreatif. Bahkan pergi ke pasar bukan sekadar kewajiban, melainkan arena bermain yang memberi pelajaran tentang interaksi sosial dan manajemen kecil-kecilan. Dari sinilah benih semangat kewirausahaan mulai tumbuh dalam dirinya.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 1 Demulih dan kemudian berpindah ke SD Negeri 2 Bebalang. Sejak usia dini ia sudah terbiasa menyibukkan diri dengan kegiatan membantu orang tua, mulai dari berdagang di pasar hingga mengurus kebutuhan rumah tangga. Aktivitas ini tidak pernah ia anggap beban. Bahkan di pasar ia merasa belajar berinteraksi dengan banyak orang. Perjalanan akademiknya tetap gemilang, ia termasuk siswi berprestasi hingga lulus dari sekolah dasar. Masa SMP di SMP Negeri 1 Bangli menegaskan kemandirian dan ketekunan yang ia miliki. Alih-alih diberi uang jajan, ia diberi dagangan oleh orang tuanya untuk dijual sendiri. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah ia menitipkan dagangan telur kepada beberapa pelanggan, kemudian mengambil hasil penjualan setelah pulang sekolah. Rutinitas ini membuatnya memiliki penghasilan yang lebih besar dibandingkan teman-temannya sekaligus mengasah keterampilan manajemen dan kewirausahaan sejak remaja.
Setelah lulus SMP pada tahun 1983, ia melanjutkan ke SMA SLUA Saraswati 1 Denpasar. Konsistensi prestasinya menegaskan bahwa bakat dan kerja kerasnya berjalan seiring. Sejak SMP, ia mulai menyadari ketertarikan lebih terhadap pelajaran eksak yang menuntut logika dan berhitung daripada sekadar menghafal. Kesadaran ini membimbingnya untuk memilih jurusan Teknik saat menempuh pendidikan tinggi. Pada tahun 1986, ia diterima di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan memilih Teknik Elektro karena sesuai dengan minatnya pada pelajaran eksak. Ketekunannya membuahkan hasil, ia lulus sebagai salah satu lulusan terbaik pada tahun 1992.
Lulus dari ITS, ia sempat bekerja sebagai sales dari tahun 1993 hingga 1997. Tahun 1995 menjadi tahun penting dalam hidupnya karena ia menikah. Dua tahun kemudian ia mengikuti suami ke Jepang saat suaminya melanjutkan studi S2. Selama di Jepang, ia memanfaatkan waktu untuk belajar secara online melalui universitas di California, Kanada, pada tahun 1999. Keterbukaan terhadap teknologi dan pembelajaran jarak jauh ini menjadi salah satu fondasi yang kelak membentuk strategi bisnisnya.
Pada tanggal 3 Mei 2000, ia mendirikan PT Baliyoni Saguna. Perusahaan awalnya fokus pada pengadaan barang elektronik, jasa teknologi informasi, dan konsultansi. Nama perusahaan memiliki makna personal yang dalam. Bali menunjukkan asalnya, Yoni diambil dari nama anak perempuannya, dan Saguna dari nama anak laki-lakinya. Harapannya, kelak anak-anaknya dapat meneruskan usaha yang ia dirintis dengan penuh dedikasi.
Kesungguhan dalam menekuni dunia akademik terlihat dari keberhasilan memperoleh gelar Magister Manajemen di Universitas Udayana pada tahun 2009. Tidak berhenti sampai di situ, pada 2015 ia menyelesaikan pendidikan Doktoral di bidang Manajemen Marketing di universitas yang sama. Gelar ini membuka ruang bagi kontribusi akademik dan ilmiah yang lebih luas, khususnya dalam bidang technopreneurship dan transformasi digital. Pada tanggal 1 September 2023, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Technopreneurship di Fakultas Teknik Universitas Udayana, menjadikannya profesor pertama di bidang ini di Bali.
Pada tahun 2020, ia mendirikan PT Bali Unggul Sejahtera yang meluncurkan e-marketplace Balimall.id. Platform ini lahir dari keprihatinannya melihat sektor IKM dan UMKM di Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Balimall.id berkembang menjadi e-marketplace lokal yang mendukung transformasi digital bagi pelaku usaha kecil menengah, membuka peluang pasar lebih luas, dan menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat memberdayakan ekonomi lokal.
Keberhasilan profesional dan akademik yang ia raih tidak luput dari pengakuan formal dan penghargaan. Tahun 2022, majalah Business Asia menobatkannya sebagai The Best Women Digital Leader of The Year. Pada tahun yang sama, ia masuk dalam daftar 50 Wanita Inspirasi Indonesia. Tahun 2024, ia termasuk Top 100 Indonesia Inspiring Women yang diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan Upakarti 2024 dalam kategori Jasa Kepeloporan juga menegaskan kontribusi nyata Baliyoni Group dalam memberdayakan IKM dan UMKM melalui strategi inovatif yang mengutamakan prinsip saling menguntungkan.
Selain aktivitas profesional dan akademik, ia juga menaruh perhatian besar terhadap kegiatan sosial. Melalui Yayasan Ari Namaste Bali, ia menyalurkan kontribusi sosial Baliyoni Group. Program CSR yayasan ini menyasar pembangunan pura, kebutuhan yadnya, bantuan untuk masyarakat kurang mampu, serta dukungan terhadap IKM dan UMKM di sekitar Provinsi Bali. Pendekatan ini menunjukkan komitmennya untuk mengintegrasikan kesuksesan bisnis dengan dampak sosial nyata.
Di bawah kepemimpinannya, Baliyoni Group berkembang pesat. Pada tahun 2025, Baliyoni Group memiliki lebih dari 50 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Keberhasilan ini mencerminkan kemampuannya membangun ekosistem bisnis yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan. Sri Ariyani tidak hanya menjadi tokoh penting di dunia akademik dan bisnis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan yang bercita-cita menggabungkan inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian sosial.
Jejak hidup Ni Wayan Sri Ariyani menunjukkan bahwa kesuksesan lahir dari ketekunan, visi yang jelas, dan keberanian mengambil langkah strategis. Dari pengalaman kecilnya di pasar hingga memimpin puluhan perusahaan dan menapaki jenjang akademik tertinggi, setiap tahap hidupnya menjadi fondasi yang kokoh bagi langkah berikutnya. Ia membuktikan bahwa kerja keras harus disertai pemahaman peluang dan penggunaan waktu dengan bijak. Dedikasinya pada dunia akademik dan technopreneurship menjadikannya sosok yang mampu menjembatani teori dan praktik bisnis nyata. Kepemimpinannya tidak hanya soal manajemen perusahaan, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan karyawan, pelaku UMKM, dan generasi muda. Aktivitas sosial melalui Yayasan Ari Namaste Bali menegaskan komitmen untuk memberi kembali pada masyarakat dan menjaga akar budaya. Semua ini menunjukkan bahwa kesuksesan bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi bagaimana setiap pencapaian itu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan keteguhan, visi luas, dan kepedulian sosial, ia telah menorehkan jejak inspiratif yang menjadi contoh bagi generasi berikutnya untuk menggabungkan intelektualitas, inovasi, dan empati dalam setiap langkah hidup dan karier.