Perjuangan yang menjadi Warisan Usaha



Perjalanan ini berawal dari keyakinan bahwa kerja keras mampu membuka jalan yang tidak terlihat oleh banyak orang. Tanpa sorotan dan tanpa kemewahan, langkah demi langkah dijalani dengan kesabaran dan keteguhan hati. Waktu membentuk karakter, pengalaman mengasah keberanian, hingga akhirnya nama I Nengah Sirnu dikenal sebagai sosok yang membangun usahanya dari bawah melalui PT. Tunas Mulia Tunjung Mekar dan Bali Club.

I Nengah Sirnu lahir di Desa Bugbug, Karangasem, pada tahun 1965. Ia tumbuh dalam keluarga besar dengan sebelas bersaudara dan menempati posisi sebagai anak kedua. Kehidupan masa kecilnya berlangsung dalam keterbatasan. Ayahnya bekerja sebagai buruh lepas sementara orang tua perempuannya menggantungkan hidup dari bertani. Kondisi tersebut membuatnya memahami sejak dini bahwa hidup menuntut perjuangan nyata, bukan sekadar harapan.

Pendidikan dasar ia tempuh di sebuah sekolah negeri di desanya. Pada masa itu, sekolah bukan satu satunya aktivitas yang ia jalani. Sejak masih duduk di bangku SD, ia sudah ikut bekerja membantu keluarga sebagai buruh. Pekerjaan tersebut bukan paksaan, melainkan dorongan dari kesadaran bahwa setiap tenaga yang ia keluarkan memiliki arti bagi keberlangsungan keluarga. Nilai tanggung jawab tumbuh seiring waktu dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kepribadiannya.

Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan sekolah di sebuah SMP Negeri di Karangasem. Masa ini menjadi periode yang semakin mengasah ketahanan fisik dan mentalnya. Di luar jam sekolah, ia bekerja sebagai kuli angkut, membantu membawa padi hasil panen langsung dari sawah. Pekerjaan itu ia lakukan demi membantu biaya sekolahnya sendiri. Peluh dan lelah menjadi teman harian, namun semangatnya tidak pernah surut.

Lulus dari SMP, ia melanjutkan pendidikan ke sebuah SMA Negeri di Karangasem. Pada fase ini, beban hidup belum berkurang. Ia bahkan sempat bekerja mengangkut kotoran sapi untuk dijadikan pupuk. Bagi sebagian orang pekerjaan tersebut mungkin dipandang rendah, namun bagi I Nengah Sirnu, setiap pekerjaan adalah jalan untuk bertahan dan melangkah maju. Dorongan utamanya sederhana namun kuat, membantu keluarga dan mengubah nasib melalui kerja nyata.

Tahun 1984 menjadi titik awal masuknya ia ke dunia kerja formal. Setelah lulus SMA, seorang teman menawarinya pekerjaan di Bank Kertaguna Jaya. Ia bekerja mencari nasabah dan mulai mengenal sistem keuangan serta dunia perbankan. Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang pentingnya kepercayaan dan tanggung jawab dalam mengelola uang. Namun perjalanan itu tidak berlangsung lama. Pada tahun kedua masa kerjanya, bank tersebut mengalami kebangkrutan sehingga ia harus keluar.

Tidak ingin berlarut dalam keadaan, pada tahun 1986 ia memutuskan pindah ke Singaraja untuk mencari peluang baru. Di kota tersebut ia tinggal di rumah sepupunya selama kurang lebih satu setengah tahun. Selain bekerja serabutan, ia juga mengikuti kursus mengetik sebagai bekal keterampilan. Masa tinggal di Singaraja menjadi fase penting dalam hidupnya, karena di sanalah ia pertama kali bertemu dengan perempuan yang kelak menjadi istrinya. Mereka kemudian menikah pada tahun 1989.

Setelah menikah, ia memilih kembali ke Karangasem. Di sana ia bekerja di sebuah hotel sebagai petugas keamanan. Kejujuran dan kedisiplinannya membuat pemilik hotel memberi kepercayaan lebih. Ia kemudian dipromosikan menjadi supervisor, bahkan menangani dua tempat sekaligus. Salah satu lokasi tempat ia bekerja adalah sebuah money changer. Dari lingkungan kerja tersebut, ia mulai memahami lebih dalam tentang transaksi valuta asing dan pengelolaan keuangan secara praktis.

Pengalaman itu mendorongnya mengambil langkah besar pada tahun 1992 dengan mendirikan usaha money changer sendiri. Dua tahun kemudian, pada tahun 1994, usaha tersebut resmi beroperasi di bawah naungan PT. Tunas Mulia Tunjung Mekar. Modal awal yang ia miliki hanya sebesar dua setengah juta rupiah. Pada dua tahun pertama menjalankan usahanya, ia masih bekerja di perusahaan lain demi menjaga kestabilan finansial. Hingga akhirnya pada tahun yang sama, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan fokus sepenuhnya mengembangkan usaha miliknya.

Perjalanan usaha tidak selalu mulus, namun konsistensi dan pemahaman lapangan membuat PT. Tunas Mulia Tunjung Mekar terus bertahan. Bertahun tahun berkecimpung di dunia keuangan membentuknya menjadi pribadi yang cermat dan penuh perhitungan. Ia tidak tergesa mengejar ekspansi, melainkan memastikan fondasi usahanya kuat dan dipercaya oleh pelanggan.

Pada tahun 2008, ia kembali memperluas langkah dengan mendirikan sebuah restoran bernama Bali Club. Usaha ini tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga menyediakan layanan diving course. Konsep tersebut lahir dari pengamatannya terhadap potensi pariwisata dan kebutuhan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pengunjung. Seiring waktu, kondisi keuangan dan kariernya semakin membaik.

Ekspansi berlanjut ke sektor akomodasi dengan berdirinya Mutiara Hotel dan Villa Barong. Tidak berhenti di sana, ia juga mengembangkan usaha di bidang makanan dan minuman melalui Villarosa Hotel Bar and Restaurant. Setiap unit usaha lahir dari proses panjang, bukan keputusan instan. Semua dibangun dari hasil kerja keras puluhan tahun yang dijalani dengan kesabaran dan disiplin.

Hingga hari ini, I Nengah Sirnu memilih untuk menjaga apa yang telah ia bangun dengan kesadaran penuh. Fokusnya tertuju pada pengelolaan money changer di bawah PT. Tunas Mulia Tunjung Mekar serta Bali Club yang terus ia rawat keberlanjutannya. Pilihan tersebut lahir dari pemahaman mendalam bahwa tidak semua pertumbuhan harus selalu berarti penambahan, melainkan juga tentang menjaga keseimbangan dan kualitas. Perjalanan panjang yang ia tempuh membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan batasan untuk menciptakan perubahan. Melalui ketekunan, keberanian mengambil keputusan, dan kesediaan bekerja tanpa memilih jalan mudah, ia menapaki hidup dengan langkah yang mantap. Kisahnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati dibentuk oleh proses yang dijalani dengan kesabaran, ketulusan, dan komitmen jangka panjang.


Share on Whatsapp

Bali Pers