I MADE SUARSA, S.E., M.M., CRBD
Pemilik Bank Khrisna
Komisaris Utama PT BPR Khrisna Darma Adipala
Keberanian membaca peluang sering kali menjadi titik awal dari perjalanan besar seorang pengusaha. I Made Suarsa, yang akrab disapa Bunk Khrisna, membuktikan hal tersebut melalui langkahnya menekuni berbagai bidang usaha, mulai dari bisnis keluarga, jual beli mobil, hingga sektor keuangan. Berbekal pengalaman dan ketekunan, ia membangun perjalanan bisnis yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu fokus penting dalam kiprahnya ialah mengembangkan BPR Khrisna Darma Adipala dengan mengedepankan pembenahan sistem, kualitas pelayanan, dan kepercayaan nasabah.
Lahir di Darmasaba pada 1975, Bunk Khrisna merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Orang tuanya menjalankan usaha pemotongan sapi, bidang yang kemudian dikenalnya sejak berusia 17 tahun. Pengalaman awal tersebut mempertemukannya dengan dinamika usaha sehari-hari dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, ia melanjutkan studi sarjana di Universitas Mahendradatta dan meraih gelar magister di Universitas Mahasaraswati. Pendidikan itu menjadi bekal saat ia mulai menjelajahi peluang usaha yang lebih luas.
Pada 1995, Bunk Khrisna memasuki dunia otomotif melalui usaha jual beli mobil. Ia menekuninya dengan serius hingga mampu membangun showroom Khrisna Jaya Motor di Dalung. Usaha tersebut berjalan sampai 2014 dan menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan bisnisnya. Dari sana, Bunk Khrisna mengembangkan pengalaman dalam mengelola usaha, memahami kebutuhan pelanggan, serta menjaga hubungan yang menjadi dasar keberlanjutan bisnis. Langkah berikutnya hadir pada 2005 ketika ia mendirikan Koperasi Khrisna Dana Mulia, memperluas keterlibatannya ke layanan keuangan.
Perjalanan Bunk Khrisna kemudian bersinggungan dengan BPR Khrisna Darma Adipala. Ia mengakuisisi BPR tersebut pada 2010, meski pada tahap awal lebih banyak berada di balik layar. Pada izin awal perusahaan bernama PT BPR Mini Darma Adipala dan pada tahun 2011 keluar izin resmi menjadi PT BPR Khrisna Dharma Adipala. Pada 2019, ia bergabung secara langsung sebagai komisaris utama. Keputusan itu menandai perubahan penting, sebab Bunk Khrisna dapat mengawasi operasional dan mendorong pembenahan dari dekat. Fokusnya tertuju pada sistem kerja dan kualitas sumber daya manusia. Ia membenahi mekanisme yang sudah berjalan serta menghadirkan tenaga kerja yang dinilai mampu mendukung pelayanan lebih baik.
Bagi Bunk Khrisna, kepercayaan nasabah dibangun lewat pengalaman nyata ketika mereka membutuhkan layanan. Karena itu, BPR Khrisna Darma Adipala berupaya menghadirkan proses yang cepat, responsif, dan jelas. Kemampuan merespons kebutuhan nasabah serta memberi rujukan yang sesuai menjadi bagian dari pendekatan pelayanan perusahaan. Bunk Khrisna ingin nama BPR tersebut lekat dengan citra jujur, pasti, dan berintegritas. Prinsip itu sejalan dengan visi perusahaan untuk tumbuh sebagai mitra masyarakat yang terpercaya, serta misi memberikan pelayanan prima dan mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ada pula pendekatan layanan yang membedakan BPR ini dari pengalaman perbankan yang lebih formal. Menurut informasi usaha yang disampaikan, nasabah dapat melakukan negosiasi langsung di lapangan. Perusahaan juga menyediakan fasilitas kredit tanpa uang muka khusus untuk pembelian sepeda motor, dengan ketentuan yang berlaku. Pendekatan tersebut menunjukkan upaya mendekatkan layanan kepada kebutuhan masyarakat. Meski begitu, keberlanjutan layanan keuangan tetap membutuhkan proses yang tertib, pertimbangan kemampuan nasabah, dan tata kelola yang bertanggung jawab.
Perjalanan panjang penuh perjuangan semenjak bergabung dari tahun 2019, dengan tangan dingin dan kecerdasan seorang Komisaris Utama, Bunk Khrisna bisa membawa Bank Khrisna yang dari sebelum masuk NPL 50%, sekarang aset yang dimiliki di atas 100 Miliar dengan NPL bisa di bawah 2% sangat sehat, dan setiap tahun mendapatkan penghargaan dari Infobank Award. Dengan kekompakan Bank Khrisna, ke depan akan membuka kantor cabang dan kantor kas untuk memberikan pelayanan yang terbaik ke masyarakat dan nasabah
Kiprah Bunk Khrisna kini menjangkau sejumlah bidang, dari pemilik dan Komisaris Utama BPR Khrisna Darma Adipala, pengurus/penasehat pemegang saham BPR di Bali, memiliki usaha pemotongan sapi sekaligus Pembina Asosiasi Potong Sapi Bali, mengelola PT Khrisna Energi Bumi Pertiwi yang membawahi SPBU, serta PT Khrisna Energi Nusantara yang membawahi beberapa Pertashop. Ia juga menjalankan CV Khrisna Auto Rental, Khrisna Properti di bidang perkavlingan, tiga cabang rumah makan waralaba, dan Koperasi Khrisna Dana Mulia. Ragam usaha tersebut memperlihatkan luasnya bidang yang ia kelola.
Bagi Bunk Khrisna, pertumbuhan bisnis tidak berhenti pada bertambahnya unit usaha. Tantangan berikutnya ialah menjaga standar pelayanan, memastikan sistem terus berkembang, dan membangun kepercayaan di tengah perubahan kebutuhan pelanggan. Perjalanannya dari usaha keluarga menuju sektor otomotif dan keuangan memperlihatkan bahwa pengalaman dapat menjadi bekal untuk membaca peluang baru. Langkah itu menuntut konsistensi, sebab kepercayaan tumbuh dari keputusan yang dijalankan setiap hari. Di balik beragam lini bisnis itu, arah yang ingin ia jaga tetap sama, yakni mengelola usaha secara sungguh-sungguh dan menghadirkan layanan yang dapat diandalkan masyarakat.





